Senin, 25 April 2016

kelebihan dan kekurangan e-learning

E-learning merupakan pembelajaran berbasis internet. Berikut ini dijelaskan kelebihan dan kekurangan pembelajaran e-learning. A. Kelebihan E-Learning Pembelajaran dengan e-learning memilik banyak kelebihan seperti berikut: Memberikan pengalaman yang menarik dan bermakna bagi peserta didik karena dapat berinteraksi langsung, sehingga pemahaman pembelajaran akan lebih bermakna, mudah di pahami, mudah diingat mudah pula di jelaskan kembali. Dapat memperbaiki tingkat pemahaman dan daya ingat seseorang (retention of information) terhadap knowledge yang di sampaikan, karena konten yang bervariasi, interaksi yang menarik perhatian immediate feedback, dan adanya interaksi e-learning dan e-instructur lain. Adanya kejasama dalam komunitas on-line, sehingga memudahkan proses transfer informasi, sehinga tidak kekurangan sumber belajar. Administrasi dan pengurusan yang terpusat. Menghemat atau mengurangu biaya pendidikan, seperti biaya akomondasi dan transportasi. Pembelajaran dengan dukungan internet membuat pusat perhatian tertuju pada peserta didik. Dalam pembelajaran peserta didik tidak bergantung sepenuhnya kepada pengajar, peserta didik belajar sendiri untuk menggali ilmu pengetahuan melalaui internet dan media teknologi informasi lainnya, kemadirian pun akan terbentuk karena peserta didik di tuntut untuk mempelajari dan mengembangkan secara mandiri. Di samping itu, Bates dan wulf (1996) menambahkan bahwa pembelajaran e-learning juga memiliki kelebihan sebagai berikut: 1. Meningkatkan interaksi pembelajaran ( enhance interactivity) Apabila di rancang secara cermat, pembelajaran melalui internet dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan bahan belajaran, peserta didik dengan guru dan antara sesama peserta didik. Hal ini berbeda dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua peserta didik dapat dalam kegiatan konvensional berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau menyampaikan pendapatnya dalam diskusi. Pada pembelajaran bersifat konvensional, kesempatan yang ada atau yang di sediakan guru untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat tebatas. Kesempatan yang tebatas ini cenderung hanya di dominasi oleh beberapa peserta didik yang cepat tanggap dan tidak mempunyai sifat pemalu. Keadaan yang demikian ini sejalan dengan pemikiran Margaret lotus (lotus, 2001) yang mengatakan bahwa “in a real classroom, a few student may dominate the discussions, and shy individuals don’t stand a chance. By contrast, both the shy and pushy can speak up on-line”. Dalam kegiatan pembelajaran elektronik melalui internet, peserta didik yang terpisah satu sama lainnya dan juga terpisah dari guru lebih leluasa atau bebas untuk mengungkapkan pendapat atau mengajukan pertanyaan karena tidak ada peserta didik lainnya yang secara fisik mengamati dirinya. Dngan demikian, peserta didik yang pemalu atau lamban tidak akan merasakan khawatir akan dicemooh, dikritik, atau mungkin dinilai kurang berobot. Melalui pembelajaran on-line, setiap peserta didik merasakan adanya kebebasan untuk mengajukan pertanyaan atua meyapaikan pendapat/pemikiran tanpa diiringi rasa takut dipermalukan di hadapan banyak orang yang disaksikan oleh gurunya. Iklim pembelajaran dan perasaan peserta didik yang kondusif seperti ini dapat mendorong peserta didik untuk meningkatkan kadar interaksinya dalam kegiatan pembelajaran, sehingga hasil belajar lebih optimal. 2. Mempermudah interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility) Mengenai sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dimanapun dia berada (Kerka, 1996; Wulf, 1996). Demikian juga dengan tuga-tugas kegiatan pembelajaran yang dapat di serahkan kepada guru begitu selesai dikerjakan tidak perlu penyerahan tugas harus menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan guru, juga tidak perlu menunggu sampai ada waktu luang guru untuk mendiskusikan hasil pelaksanaan tugas apabila di kehendaki. Melalui teknologi internet, semua hal yang demikian ini dapat diatasi. Peserta didik tidak harus terikat ketat dengan waktu dan tempat penyelenggaraan kegiatan pembelajaran sebagaimana halnya pada kegiatan pembelajaran yang konvensional. 3. Memiliki jangkauan yang lebih luas (potential to reach a global audience) Pembelajaran yang fleksibel dari sisi waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau kegiatan pembelajaran melalui internet semakin lebih banyak atau terbuka secara lua. Informasi (knowledge) mudah di akses lebih luas ( dari jarak jauh) dan lengkap, tidak terbatas oleh waktu karena bisa dilakukan kapan saja. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan kapan saja seseorang dapat belajar melalui interaksinya dengan sumber belajar yang telah dikemas secara elektronik dan siap diakses melalui internet, tidak hanya di ruangan kelas atau sekolah, namun bisa dilakukan di rumah, di kamar, atau tempat lain. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkannya. 4. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities) Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai software yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik. Demikian juga penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar yang telah di kemas dapat di lakukan secara periodik dengan cara yang lebih mudah sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya. Di samping itu, pemutakhiran penyajian materi pembelajaran dapat di lakukan, baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian guru selaku penanggungjawab atau pembina materi pembelajaran. Pengetahuan dan keterampilan untuk pengembangan bahan belajar secara elektronik ini perlu dikuasai terlebih dahulu oleh mereka yang bertanggung jawab dalam pengembangan bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan pengelolaan kegiatan pembelajarannya sendiri. Harus ada komitmen dari guru untuk secara teratur memantau perkembangan kegiatan pembelajaran dan memotivasi pembelajarannya. B. Kekurangan E-Learning E-learning dengan menggunakan internet untuk pembelajaran jarak jauh memiliki beberapa kekurangan atau kelemahan, antara lain: 1. Salah satu ciri khas dari pembelajaran jarak jauh adalah terpisahnya secara fisik antara pengajar dengan pembelajar, sehingga menjadikan interaksi antara pengajar dengan pembelajar atau pembelajar dengan pembelajar lainnya menjadi tidak ada atau kurang sekali. 2. Teknologi merupakan bagian penting dari pendidikan, namun jika lebih terfokus pada aspek teknologinya dan bukan pada aspek pendidikannya, maka ada kecenderungan lebih memperhatikan aspek teknis atau aspek bisnis/komersial, dan mengabaikan aspek pendidikan untuk mengubah kemampuan akademik, perilaku, sikap, sosial, atau keterampilan dari pembelajar. 3. Proses pembelajaran dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan yang lebih menekankan pada aspek pengetahuan atau psikomotor dan kurang memperhatikan aspek afektif. 4. Pengajar dituntut mengetahui dan menguasai strategi, metode, atau teknik pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang mungkin selama pembelajar konvensional kurang dikuasainya. 5. Proses pembelajaran melalui e-learning menggunakan layanan internet yang menuntut pembelajar untuk belajar secara mandiri untuk memperoleh ilmu pengetahuan atau informasi dengan mengakses sendiri ke internet dan tidak menggantungkan diri pada informasi dari pengajar. 6. Kelemahan dari aspek teknis, yaitu tidak semua pembelajar dapat memanfaatkan fasilitas internet karena tidak tersedia atau langkanya komputer dengan internetnya. 7. Masalah keterbatasan ketersediaan software (perangkat lunak) yang biayanya masih relatif mahal, untuk itu diperlukan upaya memperoleh perangkat lunak tersebut dengan biaya yang tidak mahal, misalnya mengadakan kerja sama dengan para provider komputer atau pihak-pihak yang terkait dan tertarik dengan pendidikan. 8. Jika fasilitas komputer dengan internetnya sudah tersedia lengkap dan tidak ada kendala, masalahnya akan timbul karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan atau keterampilan (skill dan knowledge) mengoperasionalkan komputer dan memanfaat internet secara optimal. Untuk itulah diperlukan sumber daya manusia, seperti pengajar yang terampil memanfaatklan komputer dan internet secara optimal dalam teknik pembelajaran yang menggunakan komputer untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi yang bermanfaat sebanyak-banyaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar